Filsafat Ilmu Pertemuan ke 13
Perkuliahan Terakhir Filsafat Ilmu
Rabu, 30 Desember 2015 kami mengikuti perkuliahan
Prof. Marsigit di ruang 1.16A gedung Pascasarjana baru UNY pukul 07.30. Bapak memasuki
ruangan, kemudian kami bersiap-siap untuk mengikuti perkuliahan. Pertemuan ini
merupakan perkuliahan filsafat ilmu yang terakhir. Kali ini Bapak akan
memberikan penjelasan dari pertanyaan yang telah kami buat.
Berbicara mengenai fenomena Compte. Fenomena ini tanpa
terasa sudah menjamur di kalangan masyarakat kita. Fenomena ini bisa dikatakan
fenomena dimana kita sudah diperbudak oleh berkembangnya teknologi. Bagaimana tidak?
Banyak sekali contoh di sekitar kita yang merupakan dampak dari fenomena ini. Misalnya,
semakin canggihnya sebuah hp membuat banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi
orang pertama yang memiliki hp keluaran terbaru. Kita sering lupa akan
spiritual gara-gara hp, sebelum dan sesudah sholat kita tidak lepas dari hp
begitu pula ketika beraktivitas. Sebenar-benarnya hidup adalah psikologi, begitu
pula dalam berumah tangga harus cerdas psikologinya. Berpsikologi penting
kepada siapa saja karena semua itu ada pengetahuan untuk melakukannya.
Ada sebuah notion yang sering kita dengar namun ini
dibuat terbalik yaitu jika ada yang sulit, mengapa dipermudah. Notion tersebut
merupakan eksperimen yang telah beliau buktikan. Pada jaman sekarang sudah berlaku
hukum rimba, dimana yang berkuasa, dialah yang menang. Kita bisa bereksperimen
sendiri untuk membuktikan sebuah paertanyaan dalam diri kita agar kita juga tak
terjebak dalam mitos-mitos. Begitu pula dengan motivasi, kegiatan, cita-cita
sudah ada arahnya. Ranah itu lebih ke ilmu psikologi. Untuk filsafatnya yaitu
ontologisnya, strukturnya, wadah dan isinya motivasi. Sehingga motivasi itu
berstruktur, kita sendiri juga berstruktur. Motivasi itu penting untuk kita,
tanpa adanya motivasi, kita merasa takkan ada yang mendukung apapun yang kita
lakukan. Motivasi itu diibaratkan sebagai suplemen yang dapat mengisi energi
kita untuk tetap mengembangkan dimensi yang kita miliki. Motivasi yang paling
mendasar adalah motivasi spiritual. Karena spiritual adalah yang dipegang teguh
dalam segala hal. Paksaan itu juga tidak baik, karena hidupnya bisa tidak
tentram, karena sebenarnya hidup adalah bersyukur.
Fenomena yang ada saat ini di sekitar kita merupakan fenomena
Compte yang lebih memilih dunia daripada akhirat. Melihat fenomena itu
menjadikan kita bisa berfilsafat sehingga bisa mencari tahu tentang apa yang
sebenarnya terjadi. Pada pertemuan terakhir ini beliau menyampaikan agar kami
senantiasa mendekatkan diri pada-Nya , mempelajari dan memahami setiap kejadian
yang dialami karena dari semua itu pasti ada hikmahnya. Memperoleh ilmu bisa
didapatkan dengan keikhlasan hati dan pikiran, menerima bahwa setiap orang
memiliki kekurangan dan kelebihan dimana kita hidup saling melengkapi.
0 komentar:
Posting Komentar