Senin, 22 Februari 2016

MENELUSURI TEOREMA THALES DAN PENGGUNAANNYA




MATEMATIKA MODEL
MENELUSURI TEOREMA THALES DAN PENGGUNAANNYA


disusun guna melengkapi tugas matakuliah Matematika Model

Dosen pengampu : Prof. Dr. Marsigit, M.A.





Disusun oleh:
       SRI SURYANINGTYAS             (15709251075)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016

MENELUSURI TEOREMA THALES DAN PENGGUNAANNYA

Matematika adalah alat yang dapat membantu memecahkan berbagai permasalahan. Sejarah matematika adalah penyelidikan terhadap asalmula penemuan di dalam matematika dan sedikit perluasannya, penyelidikan terhadap metode dan notasi matematika dimasa silam. Dalam perjalanan sejarahnya, matematika berperan membangun peradaban manusia sepanjang masa. Kata "matematika" berasal dari bahasa Yunani yang diartikan sebagai "sains, ilmu pengetahuan, atau belajar" yang juga diartikan sebagai "suka belajar".
Metode yang digunakan adalah eksperimen atau penalaran induktif dan penalaran deduktif. Penalaran induktif adalah penarikan kesimpulan setelah melihat kasus-kasus yang khusus. Kesimpulan penalaran induktif memiliki derajat kebenaran barangkali benar atau tidak perlu benar.
Banyak pemikir telah mengkontribusikan pemikirannya berkaitan dengan  sifat dasar matematika. Saat ini, beberapa ahli filsafat matematika berniat memberikan laporan bentuk penelitian dan hasil-hasil seperti yang mereka berlakukan, sementara yang lainnya menekankan peran mereka sendiri dari interpretasi sederhana sampai dengan analisis kritis.
Dari beberapa matematikawan yang tidak asing lagi bagi kita adalah Thales. Thales (624-550 SM) merupakan perintis matematika dan filsafat Yunani, beliau adalah seorang filsuf yang mengawali sejarah filsafat Barat pada abad ke-6 SM. Thales mendapat gelar “Bapak Filsafat” karena dia adalah orang yang mula-mula berfilsafat. Sebelum Thales, pemikiran Yunani dikuasai dengan cara berfikir mitologis dalam menjelaskan segala sesuatu. Pemikiran Thales dianggap sebagai kegiatan berfilsafat pertama karena mencoba menjelaskan dunia dan segala gejala-gejala yang ada di dalamnya tidak bersandar pada mitos melainkan pada rasio manusia. Thales mengajukan pertanyaan yang amat mendasar, yaitu “Apa sebenarnya bahan alam semesta ini?” dan ia sendiri menjawab air. Karena pertanyaannya itulah yang mengangkat Thales menjadi filosof pertama di dunia. Selain sebagai filsuf, Thales juga dikenal sebagai ahli geometri, astronomi dan politik.
Kontribusi Thales dalam bidang matematika adalah Teorema Thales. Teorema sangat terkenal dan sudah digunakan oleh kita khususnya dalam hal geometri. Sering kita jumpai pada materi kesebangunan dan lingkaran. Teorema itu sebagai berikut:
a.    Lingkaran dibagi dua oleh garis yang melalui pusatnya yang disebut dengan diameter.
b.    Besarnya sudut-sudut alas segitiga sama kaki adalah sama besar.
c.    Sudut-sudut vertikal yang terbentuk dari dua garis sejajar yang dipotong oleh sebuah garis lurus menyilang, sama besarnya.
d.   Apabila sepasang sisinya, sepasang sudut yang terletak pada sisi itu dan sepasang sudut yang terletak di hadapan sisi itu sama besarnya, maka kedua segitiga itu dikatakan sama sebangun.
e.    Segitiga dengan alas diketahui dan sudut tertentu dapat digunakan untuk mengukur jarak kapal.
Teorema (a) kita jumpai pada materi lingkaran di kelas 8 SMP pengembangannya menjadi sudut keliling yang menghadap diameter lingkaran besarnya sama dengan 900. Pembuktian sebagai berikut:
Karena OA, OB dan OC sama panjang (radius lingkaran), maka segitiga AOB dan BOC pastilah segitiga sama kaki, dengan demikian

dan  Mengingat jumlah sudut segitiga sama dengan 180°, maka:

            Teorema Thales yang berkaitan dengan kesebangunan yaitu sebuah garis yang digambarkan secara paralel atau sejajar terhadap salah satu sisi pada segitiga dan memotong sisi lainnya secara sebanding.



 

Sebanding yang dimaksud dalam teorema Pythagoras adalah



Dapat dilihat bahwa segitiga AOP sebangun dengan segitiga ABC. Dengan menarik garis O ke C dan B ke P sehingga membentuk garis OC dan BP. Perhatikan segitiga APB dan segitiga AOC.



        


 
Luas , karena memiliki alas yang sama di OP dan juga memiliki tinggi yang sama.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About