Filsafat Ilmu Pertemuan ke 12
Pandangan Filsafat Mengartikan
Sebuah Kehidupan
Selasa, 29 Desember 2015, pada hari ini kami mengikuti
perkuliahan Prof. Marsigit di ruang 101A gedung Pascasarjana lama UNY pukul
07.30. Bapak Marsigit memasuki ruangan, kemudian kami diminta untuk bersiap-siap untuk mengikuti proses perkuliahan. Kuliah pada hari ini merupakan kuliah
tambahan dikarenakan dalam presensi perkuliahan kurang 3 pertemuan.
Seperti biasa sesi tanya jawab. Bapak memberikan
kesempatan pada kami untuk menuliskan pertanyaan kemudian dikumpulkan dan Bapak
akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan dari kami. Pertanyaan tentang ikhlas.
Ikhlas dalam hati dalam filsafat merupakan hal yang utama dari segala utama. Tiadalah
manusia itu mampu berdiri sendiri tanpa pertolongan dari-Nya. Dalam dunia ini
penuh keikhlasan yang sebenarnya tidak kita sadari. Misalnya semua benda itu
ikhlas, seperti besi yang ditempel dengan semen. Tanpa keikhlasan semen, maka
tidak akan menjadi bangunan. Berdoa juga bagian dari keikhlasan, karena jika
tak ada keikhlasan maka doa tersebut juga bisa saja tidak terkabul. Ikhlas itu
berlaku bagi semuanya tanpa terkecuali. Doa itu terkabul karena kita berusaha
namun itu saja tidak cukup karena sebesar apapun usaha kita berdoa tanpa
diwujudkan sebuah tindakan nyata maka tidak akan terkabul doa itu. Bapak
mengatakan bahwa ikhlas merupakan transformasi, barang siapa yang mengaku “aku”
di depan Tuhan maka akan termasuk dalam orang-orang penghuni neraka. Adakala dimana
kesadaran pikir itu harus berhenti, yaitu ketika berdoa maka niscaya Allah
mengabulkan doa. Mencari keikhlasan harus ada yang membimbingnya agar semua
berjalan sesuai dengan aturan yang benar.
Dalam filsafat tidak ada yang dinamakan kebohongan,
yang ada hanya tidak tepat pada ruang dan waktu, tidak sopan terhadap ruang dan
waktu, dan orang yang tidak sopan terhadap ruang dan waktu itu bodoh. Berbohong
itu juga memiliki dimensi, ada yang berbohong demi kebaikan, ada yang tidak. Tanpa
kita sadari setiap apa yang kita katakan adalah suatu bentuk dari filsafat. Sama
halnya dengan pertanyaan dimana pertanyaan itu ada jawabannya, hanya saja perlu
dijawab atau tidak. Semua tergantung situasi dan kondisi, perlu diungkapkan
atau tidaknya. Pertanyaan itu yang ada dan yang mungkin ada. Ilmu itu bagaikan
guru. Kebenaran tertinggi itu ada dua macam, kebenaran relatif dan kebenaran
absolut. Kebenaran relatif ada pada manusia, kebenaran absolut adalah Tuhan.
Pengalaman adalah logis, jika tidak logis maka hidup tidak
sehat. Logika itu memiliki dimensi, sehingga pada waktu yang berbeda, kita juga
harus berubah, artinya kita harus menyesuaikan ruang dan waktu pada saat itu.
Tantangan terbesar dalam hidup ini adalah keikhlasan. Bisa ikhlas itu adalah
sebuah rejeki. Spiritualisme itu penting tak peduli orangnya, karena itu
merupakan kecerdasan hati. Keikhlasan merupakan kecerdasan hati. Surganya di
dunia itu adalah mencapai keikhlasan. Seperti hidup yang sesuai dengan hermeneutika
hidup, dipilih sesuai dengan ruang dan waktunya. Hidup itu interaksi antara
ruang dan waktu. Tanpa menyebut hermeneutika, maka kita sudah berhermeneutika.
Misalkan, berbicara, bernapas, berinteraksi dengan orang lain sudah dapat
dikatakan hermeneutika. Prinsip umum berpikir adalah filsafat ilmu. Filsafat
itu yang bisa menjangkau ke semua zaman.
Ikhtiar yang tidak dilandasi dengan nafsu, secara
intuisi terdapat nafsu yang baik dan tidak baik. Kita semua tidak terlepas dari
sisi negatif, karena semua itu adalah kodratnya. Kita masuk ke suatu keadaan
sehingga menjadi negatif. Contohnya hal gaib yang sering dihubungkan dengan
paranormal. Paranormal adalah intuisi.
Untuk mengetahui apapun yang dipikirkan. Ketika mengolah hati, mencapai saraf
sensitivitas (tata cara, perilaku, makanan, dsb) itu harus dijaga. Kita itu
punya daya sensitivitas yang mana masih lemah, masih tergoda kesana kemari.
Maka ketika ilmu itu jatuhnya ke hati, maka iman kita itu di hati. Jika ilmu
dalam pikiran sudah berubah, bisa saja iman berubah juga. Itulah yang dinamakan
sensitivitas mulai dari common sense
sampai spiritual. Jika dihubungkan dengan spiritual, makhluk halus itu potensi
buruk, sesuatu yang buruk itu dirasakan dalam hati. Buruk itu adalah ekornya
setan. Makhluk halus itu subjektif. Tidak semua orang bisa merasakan
sensitivitas tersebut. Kuasa Tuhan adalah kun-fayakun. Apa yang telah Tuhan
katakan, ciptakan maka semua itu pastilah terjadi, tidak satupun manusia yang
bisa menghalangi-Nya sehingga paranormal disebut medium. Karena apa yang
dilakukannya memiliki keterbatasan dan dalam keterbatasan itu menunjukkan kuasa
Tuhan.
Masa depan adalah suatu hal yang bisa kita usahakan
sedemikian sehingga dapat terwujud namun dalam mewujudkannya tidak sepenuhnya
campur tangan kita tetapi juga campur tangan Tuhan. Tuhan adalah kuasa
tertinggi atas apa yang ada di dunai beserta isinya. Seperti masa depan
Indonesia, ketika kita mengira-ngira masa depan di Indonesia itu seperti apa
bagaikan stadion yang memiliki berbagai pintu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
sangat susah untuk memprediksi bagaimana gambaran masa depan pendidikan
Indonesia. Karena Indonesia disebut dengan mencari jati diri. Hidup ini masih
dalam kontemporer didalamnya terdapat kontradiksi dan anomali, anomali adalah ciri kontemporer. Kontemporer
itu berjalannya dari barat ke timur, dari utara ke selatan. Bagaikan burung
bangau yang terbang dari utara ke selatan, filosofi orang China dan Jepang.
Jepang menganggap dirinya pusat pembaharuan, pusat teknologi, pusat perdagangan.
Sehingga negara dari utara hingga ke selatan mengikuti aliran kontemporernya.
Orang Jepang menganggap Indonesia itu ekornya. Mereka itu kaya, karena
kebodohan orang Indonesia sehingga masyarakat MEA itu sebenarnya adalah
nyanyian kontemporer. Gaya kontemporer sekarang sudah menjadi terbiasa seperti
kredit kendaraan bermotor dsb menjadi marak. Keadaan kontemporer ini mengajak
kita dalam dua arah, yaitu menjadi robot atau menjadi setan. Keterpaksaan kita
menjadi robot namun spiritualitas yang menjaga hati dan pikiran kita.
Hal yang terkait dengan spiritual adalah keikhlasan.
Keikhlasan adalah hal yang tersulit yang dilakukan oleh manusia ketika sudah
berada dalam kebahagiaan dan kesenangan. Seperti keikhlasan yang sering kita
lupakan adalah memenuhi panggilan sholat. Seperti tayangan acara keagamaan di
salah satu stasiun televisi yang mengatakan bahwa perjalanan tersulit adalah
perjalanan menuju masjid, dimana ketika telah berkumandang seruan indah banyak
sekali diantara kita begitu sulit menyambut dan mengerjakan panggilan-Nya. Maka
dari itu kita hanya bisa berikhtiar dan berusaha dengan sebaik-baiknya.
Memanfaatkan logika dan pikiran kita dengan baik, diiringi dengan doa. Hal-hal
yang tidak kasat mata menyadarkan kita bahwa kekuasaan Tuhan adalah segalanya.
Tak satupun makhluk-Nya yang bisa melawan kekuasaan-Nya.
0 komentar:
Posting Komentar