KULIAH
PERDANA FILSAFAT ILMU
BERSAMA
Prof. Dr. MARSIGIT, M.A.
Rabu,
9 September 2015 di ruang PPG 1 Laboratorium Matematika FMIPA, Universitas
Negeri Yogyakarta berlangsung perkuliahan Filsafat Ilmu, dengan dosen pengampu Bapak. Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Beliau adalah sosok pengajar yang inspiratif, komunikatif serta berkarakter. Sebelum
perkuliahan dimulai, semua mahasiswa diminta meletakkan HP nya di depan meja
untuk merekam materi yang akan disampaikan oleh Pak Marsigit. Hal tersebut
dilakukan agar mahasiswa fokus mendengarkan dan memahami penjelasan materi dari
beliau.
Perkuliahan
dimulai dengan perkenalan diri Bapak Prof. Dr. Marsigit, M.A. kemudian
perkenalan diri setiap mahasiswa. Beliau banyak menceritakan pengalamannya di
beberapa daerah di dalam dan luar negeri. Prinsip/moto
hidup yang dimilikinya yakni “Hidup adalah Berjuang”. Perjuangan yang dimaksud adalah
perjuangan dalam arti luas baik berjuang dalam mencari ilmu, kesehatan,
ekonomi, dsb serta berjuang untuk bersyukur atas nikmat
Allah SWT. Beliau berharap
mahasiswa yang berasal dari luar Yogyakarta mampu beradaptasi di Yogyakarta karena seseorang yang ingin belajar harus memiliki jiwa petualang. Selain itu, beliau
juga mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang telah diterima di PPs UNY.
Menurut
Prof. Dr. Marsigit, M.A., Filsafat ilmu merupakan subordinat dari filsafat.
Sama halnya ketika membahas tentang kaum laki-laki yang merupakan subordinat
dari manusia. Filsafat ilmu mempelajari semua hal yang berkaitan dengan ilmu.
Masalah-masalah dalam filsafat cakupannya sangat luas. Selain itu, belajar
filsafat identik dengan membaca. Oleh karena itu, sumber belajar filsafat
sangat luas, semua hal bisa dijadikan referensi.Beliau banyak menulis artikel
dan makalah di media online.
Strategi perkuliahan
ini yaitu tatap muka (TM), online, tes jawab singkat, dan refleksi. Sistem
penilaian bersifat komprehensif yaitu menerapkan prinsip pembelajaran inovatif,
kreatif, uptodate dan futuristik. Penilaian akhir terdiri dari syarat perlu
(meliputi kuliah, ujian) dan syarat cukup (meliputi kualitas komentar,
banyaknya komentar, dan refleksi tiap minggu yang diposting di blog). Diakhir perkuliahan
ini beliau berpesan bahwa belajar filsafat
ilmu bukan sekedar untuk memperoleh nilai tetapi dapat mengetahui
hakekat ilmu yang sesungguhnya sehingga mahasiswa
harus memperbaiki niat dan tujuan. Semoga dengan belajar
filsafat ilmu kita mendapat banyak ilmu dari beliau. Amin.
Aslm ditunggu refleksi selanjutnya. Wslm
BalasHapusAslm ditunggu refleksi selanjutnya. Wslm
BalasHapus